Laman

Jumat, 16 November 2012

Puisi Kesetimbangan Kimia



Andai

Andai …
Hidup ini bersifat reversible
Ku ingin hidupku kan fleksibel
Beradaptasi dimanapun hingga orang tak sebel

Andai …
Hidup ini selalu seimbang
Ku ingin melangkah tanpa bimbang
Hingga masa depanku kan berkembang

Andai …
Hukum kesetimbangan berlaku dalam diriku
Faktor apapun tak mampu ganggu kebahagiaanku
Ahh .. paling hanya sedikit menggeser keseimbangan hatiku

Andai …
Ada terpaan konsentrasi di reaktan hatiku
Ku coba tepis dengan langkah seribu
Tuk menuju ke arah produk batinku

Andai …
Hembusan nafas membelai endoterm kalbuku
Kan ku rengkuh tuk panasi tubuhku
Ciptakan eksoterm lelehkan kebekuanku

Andai …
Hadir katalis dalam asmara jiwaku
Pastikan kini dia telah jadi kekasihku
Tanpa harus keluarkan energi tuk merayu

Oh andaikan semua bisa diandai-andai
Semua impian bisa jadi realita
Namun hidup ini adalah nyata
Semua telah diatur yang Kuasa

Sumber: http://chemistryoche.blogspot.com/ (dikutip dari Buku berjudul “Belajar Kimia secara Menarik oleh Das Salirawati, dkk)

Kamis, 15 November 2012

soal ulangan umum kimia semester genap kelas XI


ULANGAN UMUM SEMESTER GENAP
SEKOLAH MENENGAH ATAS
TAHUN AJARAN 2011/2012

Mata Pelajaran                        : KIMIA                      Hari/Tanggal               :
Kelas/Semester                        : XI IPA/2                   Waktu                         : 120 menit


Petunjuk Soal:
1.      Tulislah identitas anda pada lembar jawaban yang tersedia.
2.      Bacalah setiap soal sebelum anda menjawab.
3.      Berilah tanda silang pada jawaban yang benar  di lembar jawaban yang disediakan.
4.      Kerjakan lebih dahulu soal-soal yang anda anggap mudah.
5.      Laporkan kepada pengawas jika terdapat hal-hal yang kurang jelas atau kerusakan pada soal.
6.      Periksalah terlebih dahulu lembar jawaban anda sebelum diserahkan kepada pengawas.

soal sifat koligatif


1.       sifat koligatif larutan adalah....
a.       sifat larutan yang dipengaruhi oleh jumlah  partikel zat terlarut di dalam larutan dan sifat dari zat terlarut tersebut
b.      sifat yang hanya dipengaruhi oleh sifat dari zat terlarut dan tidak dipengaruhi oleh jumlah partikel zat terlarut di dalam larutan
c.       sifat yang hanya dipengaruhi oleh jumlah zat terlarut di dalam larutan dan tidak dipengaruhi oleh sifat zat terlarut

soal termokimia


1. Dalam kalorimeter direaksikan suatu zat dan ternyata 2.500 gram air yang mengelilingi terjadi kenaikkan suhu dari 25 °C menjadi 29 °C. Bila kalor jenis air = 4.180 joule/kg°C, maka besarnya kalor yang dibebaskan sebesar ....
A. 4,18 kJ        D. 4.180 kJ
B. 41,8 kJ        E. 41.800 kJ
C. 418 kJ

soal-soal kimia


1.  Komposisi partikel atom yang dimiliki oleh ion O2+ adalah . . . .
proton              elektron           neutron
A. 8                      6                      10
B. 8                      10                   10
C. 8                      8                     12
D. 10                    8                     10
E. 10                    8                     12

Makalah Halogen


I.                    PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Di dalam sistem periodik modern, Halogen terdapat pada golongan VII A. Halogen berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata halos yang berarti garam dan kata genes yang berarti pembentuk. Jadi halogen merupakan pembentuk garam. Hal ini didasarkan pada sejarah penemuan unsur – unsur halogen yang selalu didapatkan dari garam. Unsur – unsur yang termasuk golongan halogen adalah Fluor ( F ), Klor ( Cl ), Brom ( Br ), Iod ( I ), dan Astatin ( At ). Halogen memiliki 7 elektron valensi, sehingga sangat reaktif karena mudah menerima 1 elektron. Karena kereaktifannya unsur – unsur halogen tidak dijumpai dalam keadaan bebas.

Senin, 12 November 2012

RESEP


resep cokelat cinta
Bahan-Bahan :
  • Dark Chocolate (Compound Coklat)
  • Buah Cherry dan Strawberry
  • Cetakan Coklat Dengan Bentuk Love

Rabu, 07 November 2012

:)


sifat koligatif


Apa saja sih “Sifat Koligatif” itu?
Sifat koligatif yang akan kita bahas ada empat yaitu:
  1. Penurunan tekanan uap larutan
  2. Penurunan titik beku larutan
  3. Kenaikan titik didih larutan
  4. Tekanan Osmotik

Lalu apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan sifat koligatif itu?
Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang ditentukan oleh jumlah molekul atau ion yang terdapat di dalam larutan. Sifat ini tidak ditentukan oleh jenis zat yang terlarut, atau ukuran zat tersebut. Jadi dua hal yang mempengaruhi sifat koligatif yaitu banyaknya zat terlarut di dalam larutan dan jenis pelarut apa yang digunakan untuk melarutkan zat tersebut.
Jadi apabila larutan glukosa dan larutan urea (dalam pelarut air) memiliki jumlah zat yang sama maka sifat koligatif keduanya pun akan sama pula. Jangan bingung dengan istilah “jumlah zat” yang saya pakai untuk definisi ini sebab saya memilih kata tersebut untuk mendefinisikan secara general, kata lain yang bisa dipakai sebagai pengganti adalah “konsentrasi”.
Beberapa buku ada yang menyebutkan bahwa sifat koligatif itu dipengaruhi oleh seberapa besar jumlah pelarut yang terdapat di dalam larutan. Jadi larutan NaCl yang fraksi molnya 1/4 dan 3/4 akan memiliki sifat koligatif yang berbeda karena jumlah H2O masing-masing larutan berbeda yaitu 3/4 dan 1/4 fraksi mol.

Sifat Koligatif Larutan

Gambaran umum sifat koligatif
Sifat  koligatif  larutan  adalah  sifat  larutan  yang  tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut).
Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut, maka akan didapat suatu larutan yang mengalami:
  1. Penurunan tekanan uap jenuh
  2. Kenaikan titik didih
  3. Penurunan titik beku
  4. Tekanan osmosis
Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya, sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.

Penurunan Tekanan Uap Jenuh
Pada  setiap  suhu,  zat  cair  selalu  mempunyai  tekanan tertentu. Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut, sehingga kecepatan penguapan berkurang.

Gambaran penurunan tekanan uap
Menurut Roult :
P = Po . XB
keterangan:
P        : tekanan uap jenuh larutan
Po       : tekanan uap jenuh pelarut murni
XB      : fraksi mol pelarut
Karena XA + XB = 1, maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi :
P = Po (1 – XA)
P = Po – Po . XA
Po – P = Po . XA
Sehingga :
ΔP = Po . XA
keterangan:
ΔP   : penuruman tekanan uap jenuh pelarut
Po    : tekanan uap pelarut murni
XA   : fraksi mol zat terlarut

Kenaikan Titik Didih
Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni. Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan:
ΔTb = m . Kb
keterangan:
ΔTb = kenaikan titik didih (oC)
m      = molalitas larutan
Kb = tetapan kenaikan titik didih molal
karena m=(W/Mr)(1000/p)
(W menyatakan massa zat terlarut), maka kenaikan titik didih larutan dapat dinayatakan sebagai:
Tb= (W/Mr)(1000/p) Kb

Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik didih larutan dinyatakan sebagai :
Tb = (100 + ΔTb) oC

Penurunan Titik Beku
Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai:
Tf = (W/Mr)(1000/p) Kf


ΔTf = penurunan titik beku
m     = molalitas larutan
Kf     = tetapan penurunan titik beku molal
W     = massa zat terlarut
Mr   = massa molekul relatif zat terlarut
p      = massa pelarut
Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm, maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai:
Tf = (O – ΔTf)oC
Tekanan Osmosis
Tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis) seperti ditunjukkan pada.
Menurut Van’t hoff tekanan osmosis mengikuti hukum gas ideal:
PV = nRT
Karena tekanan osmosis = Π , maka :
Π=n/VRT = C R T
π° = tekanan osmosis (atmosfir)
C   = konsentrasi larutan (M)
R   = tetapan gas universal.  = 0,082 L.atm/mol K
T   = suhu mutlak (K)

Tekanan osmosis
  • Larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis.
  • Larutan yang mempunyai tekanan lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis.
  • Larutan yang mempunyai tekanan osmosis sama disebut Isotonis.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa larutan elektrolit  di  dalam  pelarutnya  mempunyai  kemampuan  untuk mengion. Hal ini mengakibatkan larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama.